Bersembunyi di Pohon Duku, Pelaku Curat Didoor

Team Rajawali Pelopor Satreskrim Polres Muara Enim, berhasil meringkus Aji Saputra alias Purnomo (23), warga Dusun III Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim. Pelaku dibekuk setelah terbukti melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat).

Pelaku sendiri dibekuk saat bersembunyi di atas pohon duku di Desa Kepur, Kamis (4/2) pukul 11.00 WIB. Selain pelaku, Team Rajawali Pelopor juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone OPPO A16 warna silver serta kotak handphone.

Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma SIK SH, mengatakan penangkapan pelaku berdasaran laporan dari korban.

Pelaku melakukan pencurian dengan pemberatan di tampat panti pijat Monggo Mas (MM) di jalan lintas Palembang Desa Kepur, dengan cara atap dapur. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil barang 1 unit handphone OPPO A16, uang tunai sebesar Rp1.200.000. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp3.200.000.

Setelah mendapati informasi keberadaan pelaku, Team Rajawali Pelopor dipimpin Kanit Pidum Iptu Guntur Iswahyu SH mengejar pelaku dan melakukan penangkapan. Pada waktu akan ditangkap dirumahnya pelaku langsung kabur menuju area kebun duku. Tidak mau, buruannya kabur anggota melakukan pengejaran. “Setelah ditelusuri pelaku ditemukan tengah bersembunyi diatas pohon duku,” jelas Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma SIK SH , Jumat (4/2).

Setelah turun dari atas pohon duku, pelaku berupaya melakukan perlawanan dan berusaha untuk kabur. Anggota pun memberi tembakan peringatan, namun tidak diindahkan oleh pelaku. Anggota pun langsung memberikan tidakan tegas dan terukur melumpuhkan pelaku dengan satu butir timah panas bersarang di kaki kirinya.

“Motif pelaku melakukan pencurian guna untuk dijual kembali. Kemudian uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelaku sehari-hari. Pelaku sendiri kita dikenakan pasal Pasal 363 ayat 1 ke 5 dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Saputra alias Purnomo mengakui semua perbuatannya. Dirinya nekat melakukan pencurian lantaran terdesak. “Aku nekat curi karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pak,” kilah pelaku yang kesehariannya tidak memiliki pekerjaan tetap menyeringai menahan sakit seraya memegang kaki kirinya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.